Jakarta, – Ketua Umum Perempuan Tani (PT) HKTI, Dian Novita Susanto meminta pemerintah terus bekerja keras menekan potensi tingginya harga bahan pokok yang acapkali naik jelang perayaan keagamaan.
Tidak hanya Idul Fitri, jelang perayaan Natal, 25 Desember mendatang, harga juga cendrung naik.
“Operasi pasar saja tidak cukup karena itu hanya mengatasi bagian hilir. Di sektor hulu, pemerintah juga harus menyusun regulasi hingga memperkuat penegakan hukum bagi oknum-oknum nakal,” kata Dian di Jakarta, Jumat (6/12).
Baca Juga: Dian Novita: Jangan Remehkan Kiprah Perempuan Dalam Pertanian
Melalui Kementerian Pertanian dan atau Perdagangan, pemerintah harus mengatur impor bahan pokok seperti beras, daging sapi hingga ayam ras. Jangan sampai, dengan stok bahan pokok yang cukup pemerintah justru gegabah melakukan impor.
Sementara itu, sambung Dian, pihak berwajib juga perlu melakukan operasi khusus bagi oknum-oknum nakal yang sengaja menimbun atau menahan bahan-bahan pokok ini agar harga di pasaran melambung tinggi.
“Imbasnya ya tentu ke konsumen dan para petani. Kasihan kan, kerja keras di sawah mulai dari pemupukan, perawatan hingga panen justru tidak sebanding dengan harga yang diterima,”
Baca Juga: Perempuan Tani HKTI Dukung Skema Permodalan Kementan, Tapi…
“Menurut saya, langkah seperti ini tidak hanya dilakukan jelang perayaan hari besar keagamaan tetapi konsisten dilakukan agar terjadi peningkatan kesejahteraan petani kita,” tegas Dian.