Perempuan Tani HKTI: Beda Data Pangan Wajib Diselesaikan di Kabinet Baru

Artikel News
Ketua Umum Perempuan Tani HKTI, Dian Novita Susanto

Jakarta –  Ketua Umum Perempuan Tani HKTI Dian Novita Susanto, mengucapkan selamat kepada Presiden Joko Widodo dan Wakil Presiden, Ma’ruf Amin yang telah memilih sejumlah nama untuk duduk di susunan kabinet periode 2019-2024. 

Usai diumumkan Rabu (23/10) kemarin, para menteri diminta tancap gas menyelesaikan pekerjaan rumah yang masih menghadang bangsa ini. Salah satunya, menurut Dian, ada di sektor pertanian. Terkenal sebagai negara agraris, ironis jika angka kemiskinan di Indonesia masih tinggi. 

Baca Juga: Demi Kedaulatan Pangan Nasional, Perempuan Tani HKTI Gelar Program Ini

 “Harapan saya kedepannya pertanian di Indonesia dapat menjadi perhatian, khususnya dalam hal teknologi. Sehingga kedepannya Indonesia dapat mencetak pertanian yang modern guna menjawab tantangan ke depan dunia untuk memberi makan sekitar 9 miliar penduduk di tahun 2050,” ujar Dian di Jakarta, Kamis (24/10). 

Dian menambahkan, data BPS 202 menyebutkan, sektor pertanian mampu menyediakan lapangan pekerjaan bagi 44,3% penduduk. Angka ini meningkat drastis pada 2016 dimana 31,74%  angkatan kerja di Indonesia atau 38,29 juta bekerja di sektor pertanian. Jumlah yang lebih banyak jika dibandingkan dengan sektor perdagangan yang hanya sekitar 23,37%.

Sebagai langkah awal, pemerintah perlu memperbaiki data pangan yang selama ini tidak sinkron antara para pemangku kebijakan. Jangan sampai masalah impor beras pada 2018 silam terulang dimana Kementerian Pertanian meski sudah menunjukan stok beras yang surplus namun impor beras tetap dilakukan. 

“Jangan ada lagi perbedaan data ini karena imbasnya pasti disarakan langsung oleh petani. Saya harap setiap kementerian memiliki satu data yang valid agar kebijakan yang dihasilkan berjalan beriringan,” tegas Dian.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *