Jakarta, – Kementerian Pertanian terus melakukan terobosoan kreatif dalam mendukung pengembangan pertanian di tanah air.
Selain meluncurkan Komando Strategis Pertanain (Konstra Tani), Kementan tengah mendorong skema dukungan permodalan melalui kerja sama Lembaga Keuangan Mikro Agribisnis (LKM-A) yang disinergikan dengan Kredit Usaha Rakyat (KUR).
Ketua Umum Perempuan Tani HKTI Dian Novita Susanto mendukung penuh program kreatif yang dilakukan oleh Kementan dibawah kepemimpinan Syahrul Yasin Limpo (SYL) tersebut.
Selain berguna bagi petani, program ini diyakini mampu mengajak masyarakat untuk tidak ragu berkecimpung dalam dunia pertanian.
Baca Juga: Perempuan Tani HKTI: Beda Data Pangan Wajib Diselesaikan di Kabinet Baru
“Apalagi untuk kaum milenial yang hari ini tidak lagi tertarik berkecimpung dalam dunia pertanian. Langkah strategis Pak Syahrul ini saya harup bisa memicu ketertarikan mereka atau masyarakat pada umumnya dalam dunia pertanian,” kata Dian di Jakarta, Senin (25/11).
Skema permodalan Kementan membidik kegiatan pertanian berbiaya rendah untuk meningkatkan produksi dan produktivitas. Selain optimalisasi lahan dan penyediaan air, program ini menerapkan inovasi dan teknologi pertanian. Alokasi dana KUR yang ditargetkan pada 2020 mendatang sebesar Rp50 miliar atau sekitar 26,4% dari total KUR.
Dian menambahkan, meski terbilang bagus di atas kertas, program ini harus diawasi secara total agar benar sampai ke tangan petani. Jangan sampai ada oknum tertentu yang memanfaatkan program demi keuntungan pribadi.
“Nah, kan Konstra Tani akan menjadi basis semua program atau kegiatan dari Kementan. Saya minta agar fungsi pengawasan, pemantauan semua program oleh Konstra Tani ini jangan sampai kendor. Tidak boleh ada KKN! Semuanya harus berjalan sesuai prosedur tetap yang telah dibuat Kementan, siapa yang berhak menerima alokasi ini dan sebagainya,” tegas Dian.